3 Mei 2013

Puisi



Di Bawah Dahan Luka
Oleh: Tanita Liasna
Di bawah dahan luka
Kita berteduh
Tatap matamu jelas mengukuh
Lekat mengeruk seberkas luka
Usah kau salahkan aku
Aku di sini belajar bisu
Atas laku menanam dera
Mari saja kita berpisah
Akhiri segala tatap dalam kenang
Igaumu tak perlu berkumandang
Apalagi deritamu tak pernah mendesah

Rumah Cerita, 29 Juli 2012
Menanti Rasa
Oleh: Tanita Liasna
Tak ada kata
Diksi
Mampu samakan rasa di hati

Cintaimu adalah laku jiwaku
Hasrat harapku
Memadu rindu denganmu
Walau jarak mengakar
Kadang mencipta igau curiga
Tapi yakinlah
Aku di sini menyulam sebongkah asa
Hingga temu nanti menyapa
Aku setia menanti rasa

Rumah Cerita, 23 Juli 2012
Pelabuhan Hati
Oleh: Tanita Liasna
Kutunggu kau berkunjung
Pada penantian panjang ini
Cepatlah kau jenguk rindu
Seluruh hati
Sepenuh jiwa
Separuh jantung ini milikmu
Kurela segala rasa
Serahkan raga
Asal tak bermandi luka
Ketahuilah kasih
Kutelah mengikat yakin
Pada satu pelabuhan hatimu

Rumah Cerita, 02 Agustus 2012
Tafsir Kenyataan
Oleh: Tanita Liasna
Kau adalah hujan
Merundungku ketika terik menghujat
Kau adalah benderang
Terangiku ketika kelam menyeruak
Kau adalah satu menyapaku
Ketika segala celah tertutup tinggalkanku
Seperti itulah ku tafsirkan kau
Dalam nyataku

Rumah Cerita, 09 Juli 2012

(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 08 Agustus 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar