25 Juli 2013

puisi



Padamu Untukmu dan KarenaNya
Oleh: Tanita Liasna
Lakumu menjiwaiku
Dalam diriku kutemukan semakna luka serupa dikau
Dan kutemu kau serupa aku menyimpan luka yang sama
Entah...
Aku tak mampu bisiki mantra
Seperti para pujangga yang cengkramai kata lalu melabirin di pelupuk dusta
Tidak...
Percayalah...
Aku tak meramu tipu dan menabur duka di perjalananmu
Sebab aku menulusi segala laku padamu untukmu dan karenaNya

Rumah Cerita, 180513

Izinkan Kutitipkan Hati PadaMu
Oleh: Tanita Liasna
Tuhan, izinkan kutitipkan hati  padaMu
Kuingin merapal sepi sendiri
Katup hati dan lukiskan Dikau di  sana
Tuhan, mengapa Dikau tak henti sematkan rindu dalam hati
Kini padanya
Yang terlalu jauh tergenggam bahkan dalam lamun sekalipun
Tuhan, izinkan kutitipkan hati padaMu
Inginku melupa akannya
Sebab tiada dayaku
Tuntaskan rindu meski sekedar mantra sendu

Rumah Cerita, 160513
Izinkan Aku Mengambil Secuil Rindu dari Saku Hatimu
Kepada Dik
Oleh: Tanita Liasna
Betapa dalam malam membungkus kau di syahdu pikirku
Akan semacam asa tak mampu kukenali
Meski dikau kata takkan sampai kita pada pertemuan yang mawar
Aku masih juga bermimpi tentang seruntut temu di persimpangan tak sengaja

Bolehkah aku mengharap secuil rindu dari saku hatimu
Mengasa tentang cabang-cabang cinta mengaksarakan nama-nama kita
Hingga suatu detik kita bertanya tentang isi hati dan jiwa
Namainya sebagai sebentuk rasa yang hanya biasa aku dan kau bagi berdua

Rumah Cerita, 210513

(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Rebana Analisa, 16 Juni 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar