Padamu Untukmu
dan KarenaNya
Oleh: Tanita Liasna
Lakumu
menjiwaiku
Dalam
diriku kutemukan semakna luka serupa dikau
Dan
kutemu kau serupa aku menyimpan luka yang sama
Entah...
Aku
tak mampu bisiki mantra
Seperti
para pujangga yang cengkramai kata lalu melabirin di pelupuk dusta
Tidak...
Percayalah...
Aku
tak meramu tipu dan menabur duka di perjalananmu
Sebab
aku menulusi segala laku padamu untukmu dan karenaNya
Rumah Cerita,
180513
Izinkan
Kutitipkan Hati PadaMu
Oleh: Tanita Liasna
Tuhan,
izinkan kutitipkan hati padaMu
Kuingin
merapal sepi sendiri
Katup
hati dan lukiskan Dikau di sana
Tuhan,
mengapa Dikau tak henti sematkan rindu dalam hati
Kini
padanya
Yang
terlalu jauh tergenggam bahkan dalam lamun sekalipun
Tuhan,
izinkan kutitipkan hati padaMu
Inginku
melupa akannya
Sebab
tiada dayaku
Tuntaskan
rindu meski sekedar mantra sendu
Rumah Cerita,
160513
Izinkan Aku
Mengambil Secuil Rindu dari Saku Hatimu
Kepada Dik
Oleh: Tanita Liasna
Betapa
dalam malam membungkus kau di syahdu pikirku
Akan
semacam asa tak mampu kukenali
Meski
dikau kata takkan sampai kita pada pertemuan yang mawar
Aku
masih juga bermimpi tentang seruntut temu di persimpangan tak sengaja
Bolehkah
aku mengharap secuil rindu dari saku hatimu
Mengasa
tentang cabang-cabang cinta mengaksarakan nama-nama kita
Hingga
suatu detik kita bertanya tentang isi hati dan jiwa
Namainya
sebagai sebentuk rasa yang hanya biasa aku dan kau bagi berdua
Rumah Cerita,
210513
(Puisi-puisi ini telah dimuat di
Rubrik Rebana Analisa, 16 Juni 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar