3 Mei 2013

Puisi



Bukan Lagi Kau
Oleh: Tanita Liasna
Luka terukir bertahta namamu
Rekat mengakar tumpahkan remukan semu
Ada rindu melapuk
Perlahan termamah waktu
Terlalu lama setumpuk harap
Tersiakan tanpa ungkap
Hingga rasa lamat-lamat lesap
Tersapu hasrat mengembun
Bukan lagi kau
Sebagai satu kutunggu
Hanya waktu
Kunanti mengusai risau


Rumah Cerita, 01 Juni 2012

Kalkulus Kenang
Oleh: Tanita Liasna
Sekian waktu usai
Sebilah risau menghitam
Termakan gelak mengerang

Segumpal air mata tersemai
Mengeram di bibir kelam
Sepi dilalap berang

Adakah aku masih mengendap
Di lembah hati terdalam
Jika tak terlerai
Biar tersimpan dalam kalkulus kenang

Rumah Cerita, 06 Juni 2012
Kau Aku Sama
Oleh: Tanita Liasna
Kalam wajahmu menyentuh sendi-sendi kalbu
Mengurung jantungku
Terhela nafas bersabda namamu
Entah apa tujuan takdir
Biarkan rindu tertanam di taman hati
Akankah aku adalah rusukmu
Mencipta kau aku adalah sama

Rumah Cerita, 08 Juni 2012
Sebatang Desah
Oleh: Tanita Liasna
Sebatang desah menggantung di sela jendela
Isyaratkan sebuah luka melara
Dalam sunyi
Aku menepi
Mendengar sayup-sayup desah
Berakar hujan di langit sepi

Rumah Cerita, 15 Juni 2012

(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 27 Juni 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar