Bukan Lagi Kau
Oleh: Tanita Liasna
Luka terukir bertahta
namamu
Rekat mengakar tumpahkan
remukan semu
Ada rindu melapuk
Perlahan termamah waktu
Terlalu lama setumpuk
harap
Tersiakan tanpa ungkap
Hingga rasa lamat-lamat
lesap
Tersapu hasrat mengembun
Bukan lagi kau
Sebagai satu kutunggu
Hanya waktu
Kunanti mengusai risau
Rumah Cerita, 01 Juni 2012
Kalkulus Kenang
Oleh: Tanita Liasna
Sekian waktu usai
Sebilah risau menghitam
Termakan gelak mengerang
Segumpal air mata
tersemai
Mengeram di bibir kelam
Sepi dilalap berang
Adakah aku masih
mengendap
Di lembah hati terdalam
Jika tak terlerai
Biar tersimpan dalam
kalkulus kenang
Rumah Cerita, 06 Juni 2012
Kau Aku Sama
Oleh: Tanita Liasna
Kalam wajahmu menyentuh
sendi-sendi kalbu
Mengurung jantungku
Terhela nafas bersabda
namamu
Entah apa tujuan takdir
Biarkan rindu tertanam di
taman hati
Akankah aku adalah
rusukmu
Mencipta kau aku adalah
sama
Rumah Cerita, 08 Juni 2012
Sebatang Desah
Oleh: Tanita Liasna
Sebatang desah
menggantung di sela jendela
Isyaratkan sebuah luka
melara
Dalam sunyi
Aku menepi
Mendengar sayup-sayup
desah
Berakar hujan di langit
sepi
Rumah Cerita, 15 Juni 2012
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 27 Juni
2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar