Batu Kematian
Oleh: Tanita Liasna
Telah kusiapkan batu
kematian
Berukir namamu juga
namanya
Masih kusimpan
Atas pemberian waktu
Pada percaya kugenggam
teguh
Nanti...
Jika kau mengukir tipu
Menanak pilu
Maka kupersembahkan
sebutir peluru
Membawamu dan dia menemu
mimpi
Rumah Cerita, 14 Agustus 2012
Di Tengah Tunggu
Oleh: Tanita Liasna
Di tengah tunggu
Angin menyapa dengan
semilir luka
Menambatkan sepucuk
pengap di dada
Ilalang mengigau
Melagukan bait-bait
bahagia
Sempat kurajut pada awal
tunggu lalu
Saat madu masih tumpah di
kedua ranum bibirmu
Aku masih di tengah
tunggu menyepi
Mendengar igau ilalang
Sungguh menyayat
Aku ikut melagu
Dalam rintih
Rumah Cerita, 16 Agustus 2012
Jika Bisa
Oleh: Tanita Liasna
Jika bisa kuberteman
malam
Tak akan aku kembali
Pada senja atau pagi
Malam mampu mengajakku
lelap
Hingga bayangmu tak lekat
dalam dekap
Jika bisa kuberteman
hampa
Tak kan aku kembali
Pada rindu atau kasih
Hampa mampu buatku
menyepi hati
Hingga tak ada sakit
mengikat
Jika bisa kuberteman
kematian
Tak kan aku kembali
Pada hidup atau hela
nafas
Kematian pasti lenyapkan
rasa
Hingga mengusai luka
Rumah Cerita, 15 Agustus 2012
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Rebana Analisa, 09 September 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar