15 Mei 2013

Menggugah dengan “Melainkan”


Menggugah dengan “Melainkan”Oleh: Tanita Liasna            Pernah beberapa kali menggugah Medan dengan konser musikalisasi puisinya, kali ini Sanggar Rumput Hijau SMA Negeri 2 Model  Binjai mengadakan konser musikalisasi puisi di kota Binjai yang bertajuk “Melainkan”. Acara ini diselenggarakan pada 16 November 2012 di Pendopo Umar Baki Binjai.            Memang konser mereka kali ini sangat lain. Dengan tata panggung yang sangat sederhana, dipadu dengan dengan para pemain yang berpenampilan sederhana, konser ini mampu menghipnotis para penonton yang memenuhi Pendopo Umar Baki. Dengan kolaborasi bersama Musisi Dunia Akhirat, konser ini semakin menarik hati para penikmatnya.            Acara dimulai dengan kata sambutan dari perwakilan Kepala Sekolah sekota Binjai. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai. Dalam sambutan tersebut beliau menyampaikan pula buah-buah kemenangan yang telah diraih oleh Sanggar Musikalisasi Puisi Rumput Hijau sejak tahun 2009 hingga sekarang yang terdiri dari kemenangan di tingkat Kota hingga tingkat Nasional.            Kemudian acara diambil alih oleh Hasan Al Banna, seorang sastrawan Indonesia yang telah melanglang buana hingga ke Asia Tenggara. Pembukaan pertama dimulai dengan musikalisasi puisi berjudul Ceracau Sebongkah Kota karya Hasan Al Banna sendiri. Selanjutnya musikalisasi puisi karya penyair tersohor angkatan 45 Chairil Anwar, dengan judul Cintaku Jauh di Pulau. Kemudian dilanjutkan dengan musikalisasi puisi Torsa Ni Namora Pande Bosi karya penulis Medan tersohor M. Raudah Jambak.Lalu para penikmat acara disuguhi penampilan dari Musisi Dunia Akhirat yang membawakan puisi Rindu goresan pena Hasan Al Banna. Puisi Rindu yang ditampilkan cukup menggelitik mata dan hati para penonton.Setelah itu, Rumput Hijau pun kembali menguasai panggung dengan membawakan puisi berjudul Sepisaupi. Puisi itu adalah buah karya sastrawan senior Indonesia yang terkenal dengan puisi kontemporernya. Lalu puisi Hotel Siantar menjadi puisi yang dimusikalisasikan selanjutnya. Puisi tersebut merupakan hasil kreatif dari seorang Damiri Mahmud yang merupakan sastrawan senior asal Sumatera Utara. Dan sebagai penutup, Sanggar Rumput Hijau membawakan puisi buah imajinasi dari Teja Purnama yang berjudul Akulah Medan.Konser yang Menggugah            Puisi-puisi yang dimusikalisasikan oleh Sanggar Rumput Hijau SMA Negeri 2 Model Binjai, memanglah puisi-puisi yang syarat akan makna. Ditambah pula dengan aransemen yang sangat kreatif, membuat musikalisasi puisi tersebut semakin luar biasa. Bukan itu saja, keharmonisan yang dihasilkan dari permainan alat-alat musik dan juga suara-suara merdu dari para penyanyi, membuat konser sederhana ini benar-benar sangat menggugah.            Hampir seluruh puisi dibawakan dengan sangat luar biasa. Setiap baris puisi mampu membuat penulis lebih dalam menafsirkan makna puisi tersebut. Seakan setiap puisi memiliki ruh masing-masing. Bahkan ketika penulis menutup mata dan hanya mendengarkan suara para penyanyi disertai dengan iringan musik, hal itu membuat hati penulis terasa lebih tenang. Rasa sakit yang sedang melanda (ketika menonton konser penulis sedang dalam keadaan sakit) seakan hilang ketika syair-syair puisi tersebut merdu berkumandang di telinga penulis. Selain itu, ada pula sebuah puisi yang mampu membuat penulis hampir meneteskan air mata.            Kemudian selain penampilan Sanggar Rumput Hijau, ada pula penampilan kocak dari Musisi Dunia Akhirat. Musisi Dunia Akhirat yang telah membentangkan sayapnya hingga ke Belanda mampu membuat para penonton tersenyum girang.Harapan            Dalam acara tersebut Hasan Al Banna sempat mengatakan bahwa musikalisasi puisi adalah sebuah cara lain dalam menafsirkan makna sebuah puisi. Ya, benar adanya. Dengan mendengarkan atau melihat musikalisasi puisi, maka akan muncul sebuah pemaknaan yang lebih mendalam tentang sebuah puisi. Selain itu, puisi juga akan terasa lebih nikmat ketika disuguhkan lewat sebuah musikalisasi.            Maka diharapkan, konser musikalisasi puisi “Melainkan” mampu menarik minat para pelajar, baik siswa maupun mahasiswa untuk mempelajari musikalisasi puisi. Kemudian diharapkan pula, musikalisasi puisi mampu merambah hingga ke sekolah-sekolah lainnya, bukan hanya di SMA Negeri 2 Model Binjai. Lalu kepada SMA Negeri 2 Model Binjai diharapkan mampu tetap eksis dan lebih meningkatkan kreativitas, sehingga dapat terus menuai prestasi dan tetap membanggakan Sumatera Utara, khususnya Binjai.Rumah Cerita, 16 November 2012(Artikel ini telah dimuat di Rubrik TRP Analisa, 27 Januari 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar