Untuk sesuap nasi
Oleh: Tanita Liasna
Lusuh buluk
membabati tubuhnya
Hitam asap
membedaki twajahnya
Dengan lantang
ia bernyanyi
Diantara suara klakson kuda – kuda liar
Hanya uuntuk
sesuap nasi
Dengan sigap ia
berputar ria
Menapaki kota
raja kecil
Bernyanyi
sumbang
Dipandu
kerincing butut
Hanya untuk
sesuap nasi
Ialah pejuang
hidup
Menjalani detik
– detik waktu
Berkeliaran di
bawah terik
Sang cahya bumi
Hanya untuk
sesuap nasi
Binjai,17 Januari 2010
Elegi bagi Negeri tercinta
Oleh: Tanita Liasna
Kulantunkan segenap resah
Pada tanah kerontang
Menyanyikan sebait kerinduan
akan hutan hijau
akan laut berpendar warna
Miris kudengar lagu kelaparan
Membahana pada sudut-sudut langit
Simfoni kematian mengalun dari kelakar
manusia berjanji buta
Dermaga Rindu, 13 Agustus 2011
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik TRP Analisa, 24 Februari 2013 dan
dalam Antologi Puisi Sanggar Rumah Cerita Metamorfosa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar