14 Mei 2013

puisi



Untuk sesuap nasi
Oleh: Tanita Liasna
Lusuh buluk membabati tubuhnya
Hitam asap membedaki twajahnya
Dengan lantang ia bernyanyi
Diantara  suara klakson kuda – kuda liar
Hanya uuntuk sesuap nasi

Dengan sigap ia berputar ria
Menapaki kota raja kecil
Bernyanyi sumbang
Dipandu kerincing butut
Hanya untuk sesuap nasi

Ialah pejuang hidup
Menjalani detik – detik waktu
Berkeliaran di bawah terik
Sang cahya bumi
Hanya untuk sesuap nasi

Binjai,17 Januari 2010
Elegi bagi Negeri tercinta
Oleh: Tanita Liasna
Kulantunkan segenap resah
Pada tanah kerontang
Menyanyikan sebait kerinduan
akan hutan hijau
akan laut berpendar warna

Miris kudengar lagu kelaparan
Membahana pada sudut-sudut langit
Simfoni kematian mengalun dari kelakar
manusia berjanji buta


Dermaga Rindu, 13 Agustus 2011

(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik TRP Analisa, 24 Februari 2013 dan dalam Antologi Puisi Sanggar Rumah Cerita Metamorfosa)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar