Renovasi Kamar Mandi
Oleh : Tanita Liasna
Ramai berita
di televisi
Ada kabar
renovasi kamar mandi
Sambil
mengulek sambal terasi
Kudengar
sembari petuah basi
Besok-besok
tambah ramai
Kamar mandi
mau renovasi pakai duit dua miliar
Lama-lama
mataku kepingin
Melihat kamar
mandi apa yang direnovasi pakai duit dua miliar
Bathinku
berduri
Kaca kinclong
Air bergeming
indah
Lantai bisa
kacaan
Tempat
pembuangan putih bersih
Kubawa lari
mataku ke belakang
Menatap kamar
mandi bersisi rumbia
Tanpa atap
Lantai semen pecah
pula
Sumur jadi
sarang si lumut
Berujar pula
dari mulut kotorku
Ceracau tak
tahu diri
“Aku juga mau
renovasi kamar mandi”
Lembar renung, 08
Januari 2012
Lelaki Penikmat Malam
Oleh : Tanita Liasna
Kau cumbu
malam hingga lumat
Ceracau
bintang mengutuk hasrat, kelam meradang kabut
Dewi malam
buram pucat
Nafsu hati
kian lekat
Dewi malam
kau cumbu habis
Biaskan luka
malam letih
Peduli hanya
sesaat lalu
Melibas habis
tanpa lepas
Lolong malam
liar garang
Semburatnya
hilang dimakan kunang
Tiang malam
sirna sudah
Pupus melekat
di jari resah
Lembar renung, 10
Januari 2012
Takdir Terindah
Oleh : Tanita Liasna
Takdir menelusupkan
seuntai rasa yang ku tak tahu ingin kusebut apa,
lembut getar itu
menjamah jemari-jemari hatiku.
Sapamu menemani secarik
masa pada setiap waktu yang kugulir.
Perlahan rangkai
kasihmu mengalungi serpihan lukaku.
Hingga ku tak sadari
tercipta sebait rindu di hati.
Dermaga Rindu, 02 November 2011
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 01 Februari
2012 dan dalam Antologi Puisi Sanggar Rumah Cerita Metamorfosa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar