14 Mei 2013

puisi



Renovasi Kamar Mandi
Oleh : Tanita Liasna
Ramai berita di televisi
Ada kabar renovasi kamar mandi
Sambil mengulek sambal terasi
Kudengar sembari petuah basi

Besok-besok tambah ramai
Kamar mandi mau renovasi pakai duit dua miliar
Lama-lama mataku kepingin
Melihat kamar mandi apa yang direnovasi pakai duit dua miliar

Bathinku berduri
Kaca kinclong
Air bergeming indah
Lantai bisa kacaan
Tempat pembuangan putih bersih

Kubawa lari mataku ke belakang
Menatap kamar mandi bersisi rumbia
Tanpa atap
Lantai semen pecah pula
Sumur jadi sarang si lumut

Berujar pula dari mulut kotorku
Ceracau tak tahu diri
“Aku juga mau renovasi kamar mandi”

Lembar renung, 08 Januari 2012

Lelaki Penikmat Malam
Oleh : Tanita Liasna
Kau cumbu malam hingga lumat
Ceracau bintang mengutuk hasrat, kelam meradang kabut
Dewi malam buram pucat
Nafsu hati kian lekat

Dewi malam kau cumbu habis
Biaskan luka malam letih
Peduli hanya sesaat lalu
Melibas habis tanpa lepas

Lolong malam liar garang
Semburatnya hilang dimakan kunang

Tiang malam sirna sudah
Pupus melekat di jari resah

Lembar renung, 10 Januari 2012

Takdir Terindah
Oleh : Tanita Liasna
Takdir menelusupkan seuntai rasa yang ku tak tahu ingin kusebut apa,
lembut getar itu menjamah jemari-jemari hatiku.
Sapamu menemani secarik masa pada setiap waktu yang kugulir.
Perlahan rangkai kasihmu mengalungi serpihan lukaku.
Hingga ku tak sadari tercipta sebait rindu di hati.

Dermaga Rindu, 02 November 2011


(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 01 Februari 2012 dan dalam Antologi Puisi Sanggar Rumah Cerita Metamorfosa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar