Keceriaan Merayakan Kemerdekaan
Oleh:
Tanita Liasna
Merdeka adalah salah satu kebutuhan
manusia. Merdeka sendiri bermakna sebuah kebebasan yang tidak terikat dengan
seseorang atau pihak tertentu. Dan tepat pada Jumat, 17 Agustus 2012, Indonesia
merayakan hari jadi kemerdekaan yang ke-67.
Tidak seperti tahun sebelumnya,
perayaan kemerdekaan Indonesia kali ini terasa sangat sepi. Sedikit sekali
acara yang diadakan sebagai peringatan hari kemerdekaan. Paling hanya sekedar
upacara 17-an di sekolah-sekolah saja.
Dan untuk memeriahkan hari jadi
Indonesia yang ke-67, Sanggar Menulis dan Sastra Rumah Cerita Binjai mengadakan
lomba mewarnai dan lomba menulis cerita. Para peserta adalah anak-anak yang
duduk di bangku sekolah dasar (kelas 1 sampai dengan kelas 3) yang berasal dari
lingkungan sekitar Sanggar.
Acara
ini sangatlah sederhana. Diawali dengan pembukaan dari salah satu anggota
Sanggar Menulis dan Sastra Rumah Cerita. Lalu, dibagikanlah gambar yang akan
diwarnai oleh anak-anak yang mengikuti lomba menwarnai. Dan dibagikan pula
kertas yang berisikan gambar yang menjadi tema cerita bagi para peserta lomba
menulis cerita.
Setelah
hampir satu jam, anak-anak pun mulai mengumpulkan karya mereka. Lalu diberikan
waktu beberapa menit untuk para juri menilai hasil karya mereka. Juri pun
berasal dari para anggota Sanggar Menulis dan Sastra Rumah Cerita Binjai.
Dan setelah itu, detik-detik yang
ditunggu pun tiba. Yaitu pengumuman pemenang lomba mewarnai dan menulis cerita.
Putri, Dzuta Ardiansyah, dan Ali Imamta Muham menjadi jawara pada lomba
mewarnai. Sedangkan Andini Agustini, Ema Febriani, dan Feby Nur Rizky menjadi
jawara dalam lomba menulis cerita.
Keceriaan
Anak-anak
Sejak
awal penulis hadir, anak-anak sudah asyik duduk di pendopo kecil yang biasa
digunakan Sanggar Menulis dan Sastra Rumah Cerita untuk melakukan kegiatan.
Anak-anak tersebut sudah dengan tekun duduk di depan meja belajar kecil yang
telah disediakan. Mereka juga membawa berbagai peralatan yang akan digunakan
untuk berkarya.
Setelah
kertas dibagikan, anak-anak pun dengan tekun dan giat mewarnai juga menulis
cerita. Mereka dengan tenang mengerjakan tugas masing-masing. Ada yang sibuk
mewarnai sebuah gambar kapal dengan kreasi mereka sendiri. Ada pula yang dengan
tekun membuat cerita dari sebuah gambar yang memperlihatkan acara
bermaaf-maafan.
Tetapi
walaupun asyik dengan kegiatan mereka masing-masing, kepedulian mereka terhadap
sesama masih dapat dirasakan. Mereka masih mau mendengarkan temannya meminta
bantuan. Seperti meminjamkan cat warna, meminjamkan penghapus, atau rautan.
Walaupun tanpa melihat ke arah rekannya tersebut.
Begitu
pun ketika acara pembagian hadiah. Semua anak-anak sangat antusias. Mereka
dengan bangga dan bahagia maju dan menerima hadiah. Dengan wajah yang begitu
polos, tersenyum tersipu saat menerima hadiah tersebut. Dan ketika foto
bersama, mereka dengan bangga memegang hadiah yang telah diberikan.

Wajah ceria anak-anak ketika
menerima hadiah
Memaknai
Perayaan Kemerdekaan
Melihat
keceriaan anak-anak dari awal acara hingga selesai, mengingatkan penulis akan
masa lalu penulis ketika masih kanak-kanak. Dengan bahagia menyambut ulang
tahun kemerdekaaan dan mengikuti perlombaan-perlombaan yang diadakan di sekitar
lingkungan penulis. Bukan melihat dari hadiah apa yang akan didapatkan jika
memenangkan perlombaan, tetapi kebahagiaan bisa berkumpul dan bermain dengan
teman-teman di hari ulang tahun kemerdekaan. Itulah kebahagiaan yang dituju.
Ya,
seperti itulah keceriaan dan kebahagiaan anak-anak. Masih polos dan sederhana.
Berbeda sekali dengan pemikiran seseorang setelah dewasa. Tapi bagaimana pun
pemaknaan terhadap kemerdekaan, yang pasti kemerdekaan adalah sesuatu yang
masih patut disyukuri dan dihargai. Mengingat bagaimana perjuangan para
pahlawan mempertaruhkan jiwa dan raga mereka demi meraih kemerdekaan negara
tercinta, Indonesia. Bagaimana hasil dari kemerdekaan itu sendiri tergantung
bagaimana generasi berikutnya merawat dan mempertahankannya.
Rumah
Cerita, 17 Agustus 2012
Penulis
mahasiswa sem.VII PBSID STKIP Budidaya Binjai
(Artikel ini telah dimuat di Rubrik
TRP Analisa, 23 September 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar