14 Mei 2013

Puisi



Jadi Angan
Oleh: Tanita Liasna
Sekiranya buai dusta bisa tergapai
Takkan lapuk seutas rindu
Bersarang lama di teluk sunyi
Aroma luka semampai beradu
Bukan hanya kata sakit
Duka lesap jadi ungkit
Jangan menabuh benci
Pada temu tak sejalan
Biar semua berlalu jadi angan

Rumah Cerita, 30 Mei 2012
Ketika Mentari Belum Tenggelam
Oleh: Tanita Liasna
Wajahmu memudar
Dalam tatap bermandikan ranum luka
Mentari masih terpenggal
Sinarnya memencar
Mencipta mega di arakan langit

Luka itu, sayang
Mirip luka ketika rinai hujan
Berjatuhan dari mentari yang mengepak sinar
Memekik udara
Lewat taburan mimpi kelabu

Ingatku masih membara
Padamu yang mencumbu hujan
Ketika mentari belum tenggelam

Rumah Cerita, 24 Mei 2012
Sepenggal Kata Rindu
Oleh: Tanita Liasna
Kau mengucap kata
Tak terbaca
Parau mengunyah
Tumpang tindih nyanyian hujan

Tak bisa kudengar
Hasratmu bisa kurasa
Keras memeluk
Racuni habis tiap lekuk rindu

Kata itu sepenggal rindu
Yang kemarin terbaca pada helai daunan
Dibawa rinai angin
Tepat di sudut mataku

Rumah Cerita, 26 Mei 2012
Tangisan Gembala Kecil
Oleh: Tanita Liasna
Puing duka masih berhamburan
Bekas bencana waktu lalu
Sunyi..
Sepi..
Tak berpenghuni!
Lamat-lamat waktu
Ada isak perih mengebiri
Sepotong tangis yang rindu
Pada kematian tak pandang bulu
Tangisnya menusuk
Memegang seruling bambu
Tanah ini merenggut bapak ibunya
Tangisan gembala kecil
Kehilangan dunia kecilnya

Rumah Cerita, 22 Mei 2012

(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 26 September 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar