14 Mei 2013

puisi



Wanita Perindu
Oleh : Tanita Liasna
Kurindukan setiap jejak
yang sempat singgah
tak perduli tinggalkan resah
atau sekedar bangkitkan detak
Aku tetap merindu
Walau seorang yang tak menoleh
pun tak mengoceh
apalagi merengkuh
Aku tetap merindu
Yang sempat mengoles madu
pada ranum kata pergi

Rumah Cerita, 19 Februari 2012
Tak jua
Oleh : Tanita Liasna
Lepas sudah segala angan
Meremuk raga lebam meraja
Cinta tak lekang tak jua sirna
Walau ingin tinggal kenangan

Kuhapus rasa melipur lara
Enggan mentari menyapa kelam
Tetap jua dalam ingatan
Tak habis pula angan merona

Tak mampu lagi raga menghibur
Lupakan cinta pada yang dicari
Mungkinlah mantra salah terucap
Cinta tak pupus tak jua lekang

                                                                                   

Binjai, 12 Mei 2010
Cinta Ambisi
Oleh : Tanita Liasna
Banyak alasan kujabarkan
Dalam gantung hati yang kutahankan
Hingga sebercak luka
Mampu kuredam agar kumiliki sempurna.
Rasa ini benarkah cinta atau ambisi yang tak terlepas...
Nafasku patah cari jawab yang pasti
Jikalah cinta mengapa mampu kujabarkan lewat kata
Sedang petuah ungkapkanku tak pelak punya alasan walau sebiji huruf.
Ataukah ini sepucuk ambisi terhasrat lewat segala lebihmu.


Rumah Cerita, 20 Februari 2012
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi Analisa, 14 Maret 2012 dan dalam Antologi Puisi Sanggar Rumah Cerita Metamorfosa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar