14 Mei 2013

puisi



Melahirkan Jarak

Sudah sejauh ini masih saja terangkum debu-debu pupus
Mengitari sekisah kata basah
Seamsal temu terbelah
Melerai segala rupa lalu
Jarak terekam dalam ujar-ujar kelabu
Tumpang tindih melepuhkan sekujur kenang berarti
Semakin jauh
Kini semakin lampau

Rumah Cerita, 18 Januari 2013
Tak Kau Percaya

Segenggam sembilu pecah
Menyebar dalam jantung
Usai khianat terumbar
Nyata terpintal
Ciptakan pedih menikam
Ah, untuk apa tersemat cinta
Jika segala tak kau percaya

Rumah Cerita, 11 Januari 2013
Waktu

Selaku waktu yang membawamu
Menemu dalam kepasrahan hati
Aku takkan menyia masa
Takkan kubenam sebiji kata pun
Menuaikan benih-benih cerita rahasia
Sebab kau bergumam dalam jiwa
Menguraikan gelegak rasa
Aku akan menemu kau di sana
Dalam waktu yang membawamu

Rumah Cerita, 20 Januari 2013

(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Karya Belia Medan Bisnis, 03 Februari 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar